Skip to main content

Yang Selalu Ada Dalam Doa


 

Anteng. Magrib, minggu kemarin.  Mendadak tenang, bersender di punggung ayahnya ketika beliau usai salam, wirid, dan menadahkan tangan berdoa setelah sebelumnya menunggu tiap sujud sang ayah agar bisa melompat naik ke punggungnya dan melorot turun bak di atas papan luncur. 

Mungkinkah si kecil ini mendadak tenang karena ingin memastikan mendengar  namanya tetap ada disebut dalam doa sang ayah?  Percayalah, Hamzah...bahkan jauh sebelum Engkau dan abangmu ada, Nak...ayahmu selalu berdoa seperti Nabi Ibrahim dan Zakaria, memohon Allah SWT mengaruniai kami buah hati yang sholeh yang bisa menjadi suluh bagi ayah dan bunda kini dan nanti. 


Comments

Popular posts from this blog

Friends of Mine

They are special, They are friends of mine, Who coloring my life canvas with thousand rainbows, even in the winter... when the snowstorm said hello out side the window, and the Holland's skies were gray, it's my friends who make the snow turns to sunlight, and bring blue to my sky. *( Hanya berselang beberapa jam dari Mario Teguh. Melintas bayangan kebersamaan dari Manggarai-Bandung, Manggarai-Depok, Soekarno-Hatta-Schiphol, Amsterdam-Zurich, Eindhoven-Paris, Nijmegen-Achen,etc...! With love and laugh, for sure...... )

Sampai Jumpa, Angga

Sabtu pagi, 24 Mei 2020, pukul 07.22 ia masih melakukan panggilan video ke ponselku, namun tak terangkat. Kami bertemu dalam panggilan video selanjutnya melalui ponsel ibuku sekitar pukul 09.00 di rumah Jatra, rumah yang melengkapi puzzle masa kecilnya, rumah tempat ia pulang tiga tahun lalu. Ada yang berbeda pada wajahnya di lebaran pertama itu. Lebih tirus dan pasi. Kulihat kilauan buliran keringat di keningnya. Rambutnya basah. Jelas ia sedang tidak begitu sehat. Pun begitu, setiap kata, senyum, dan deraian tawanya tetap menyegarkan. Kami saling memohon maaf. Ia berbicara sambil merangkul maminya.  "Uni, maafkan Angga lahir batin ya, Ni. Insyaallah kita nanti ketemu di Jambi,"ucapnya sembari melambaikan tangan gempalnya.  "Iya. Uni tunggu, ya." "Insyaallah, Ni,"pungkasnya sebelum ia menepi dan membiarkan maminya berbicara. Sapa, maaf, dan tawa mengalir ke satu-persatu pasukan Pakis 74.  "Uni, bisakan kami nginap di ru

The Women with Beatific Smiles

My world was filled with thousand of rainbows' colors when I saw those beatific smiles that night. I learn much from these women.