Skip to main content

Posts

Senin, 13 Juni 2016; 22.14 WIB

Alhamdulillah sudah ditamatkannya Iqra 1 semalam di bilangan usianya yg baru 4 tahun 3 bulan 11 hari.  Sudah dengan lancar dibacanya seluruh deretan huruf Hijaiyah dengan susunan runut, acak, maupun dr belakang. Bukan hal yg istimewa utk Musa sang Qori dari Bangka Belitung mungkin, tetapi ini menjadi berkah luar biasa untuk kami. Semoga Allah selalu memudahkanmu untuk menyerap ilmu-ilmu Islam berdasarkan Quran dan teladan Rasulullah ya, Nak. Semoga ilmu-ilmu itu nanti senantiasa menjadi suluh yg menerangi setiap langkahmu dlm menjalani kehidupan ke depan dengan atau tanpa ayah bunda. Semoga juga ilmu itu tak hanya menjadikanmu kaya sendiri, tetapi membuat orang-orang disekelilingmu pun merasakan manfaatnya karena ilmu yg bermanfaat itu adalah ilmu yg bisa diberikan dan bermanfaat bagi orang lain di luar dirimu. Allah Maha Mendengar. Dengan doa dan pinta Bunda, Allah pasti akan mengabulkannya. Amin. 😍

Dokter Hebat Kita, Nak

Dokter yg hebat itu bukan ditentukan oleh kehebatannya dlm menguasai ilmu saja (saya rasa), tetapi bagaimana dia bisa menjadi obat penenang bagi pasiennya di luar obat yang diresepkannya merupakan hal yg (menurut saya lagi) jauh lebih penting utk masuk sbg kriteria seorang dokter yg hebat. Setuju? 😃 Memasuki kehamilan yg sdh genap 36 minggu dng bobot yg selalu ditaksir orang banyak bahwa saya sedang mengandung anak kembar bukanlah hal yg mudah.  Jauh-jauh hari  dokter kandungan saya sdh membesarkan hati pasiennya ini dengan "Ini beda loh ya sama si Hamzah. Anak gadis ini lebih semuanya. Bakal lumayan lama nih kamu ngerasain pegelnya, Sa. Yg sabar ya, setiap anak membawa sifat yg berbeda-beda bahkan sjk dlm kandungan. Santai aja! Nikmati aja!". Baiklah, Bu Dokter. 😅 Kemarin siang kembali konsultasi kepadanya. Cek protein, alhamdulillah negatif. Tekanan darah , seperti biasanya dan alhamdulillah juga, normal.  Keluhan lainnya sama seperti dua minggu la...

Belanja Indah

Indah itu adalah berbelanja kebutuhan untuk membuat kue-kue kering bersama ibunda tercinta. Melihat beliau sibuk memilih aneka tepung, coklat batangan, gula halus, dan lain-lain itu rasanya begitu membahagiakan.  Sehat terus ya, Ma. Semoga Allah memberkati usia mama dengan tubuh yg selalu fit sehingga bisa selalu mendampingi kami hingga Ramadan-Ramadan ke depan.  Ramadan dan sebelas bulan selain itu tanpa mama, tak akan pernah dan tak hendak membayangkan bagaimana rasanya. Love you much, Ma. 😘😍

Cinta Kita

Cinta ini benar-benar aneh, Nak. Lebih dahsyat dari apa yang diistilahkan dengan cinta pada pandangan pertama.  We haven't met each other. Belum ku tahu seperti apa wajahmu. Tangis pertamamu  pun tak bisa ku kira-kira seperti apa nanti, tetapi hati ini telah kau miliki.  Cinta ini benar-benar aneh. Dalam hal ini, beruntunglah aku dilahirkan sebagai perempuan karena Tuhan kita memberikan kemampuan mencintaimu sedari wujudmu tiada.Jauh sebelum kau ada dalam wujud nyata sebuah noktah pada layar TV sebagai hasil pemindaian kecanggihan teknologi itu, jauh sebelum namamu ku rangkai sedemikian rupa kata demi kata dengan menilik satu persatu maknanya, jauh sebelum Tuhan kita memutuskan roh yang mana yang akan ditiupkannya pada noktah di dalam rahim perempuan ini yg kelak akan kau panggil Bunda, aku sudah mencintaimu tanpa cela. Sebenar-benarnya cinta. 

Time flies but He is still my lil sweetheart

1. "Mau pindah ke belakang, Yah. Hamzah mau kepala di paha Bunda." 2. "Bunda, Bunda peluk Hamzah"dengan mata masih terpejam, badannya berbalik ke arah ibunya, dan menggapai-gapai punggung sang ibu yg membelakanginya. Selalu begitu setiap malam. 3. "Hamzah mau dipokpok Bunda aja. Tangan Bunda halus. Tangan ayah kasar."  selalu begitu setiap kali akan tidur. Selalu. Setiap malam. 4. "Bunda, biar Hamzah yg lipatin sajadahnya."selalu begitu setiap selesai bundanya salat. Selalu itu yg bikin syukur tak terhingga. Selalu.

Kartini-lah MEREKA

Kartini adalah ibu, yang saya panggil mama, yang menggadaikan nyawanya untuk lima nyawa yang dititipkan Allah di dalam rahimnya, yang pada suatu malam, dulu, membimbing tangan saya berjalan kuyup dalam guyuran hujan demi membeli buku geografi baru. Kartini adalah perempuan yang melahirkan suami saya, yang saya panggil ibu. Perempuan berbadan kecil berhati teramat luas, yang suaranya diciptakan Tuhan tanpa oktaf tinggi sehingga ia tak tahu bagaimana cara berteriak dan membentak. Kartini adalah ibu dari ibu saya yang wajahnya abadi, yang bekerja dengan tangan kidalnya, yang membuat semuanya apik dalam sentuhannya. Ia membuat halaman rumah berwarna.  Yang meranggaskan semua ketika ia pergi.  Ia, koki yang sangat dicintai kakek saya karena bistiknya, yang menyusun rapi tulang-tukang ikan pada pinggir piring suaminya, sebelum ia suapkan. Kartini adalah ibu dari ayah saya, berselendang panjang, berbaju kurung, bersarung minang.  Ia yang modern dalam ketradisionalannya. Ia ya...

Tujuh Bulan Kita

Dokter bilang sdh 28 minggu dan itu artinya hari kelahiran sudah kian dekat. Rasanya? Bahagia dong, Nak. Membayangkan bisa segera melihatmu nyata dan mendengar suara detak jantungmu, juga tangismu langsung tanpa melalui pemindai suara canggih ala dokter-dokter itu. Tetaplah aktif, Nak. Tetaplah menendang dan berputar, setiap gerakanmu adalah suka cita bunda. 😍😍😍😍