Skip to main content

Winter oh Winter

Sepertinya sudah mulai tak cinta lagi dengan salju!

Cukup saja sudah!

Senangnya hanya minggu pertama, ketika salju mulai turun, melayang ringan seperti kapas, dan berujung dengan intensitasnya yang kian sering plus parah, Senin dua minggu lalu, sebelum natal! Waktu itu masih yang hepi, foto sana sini, bahkan nekad hanya dengan pakai sweater saja. Hari berikutnya, menantang salju dengan berjalan dari kampus ke rumah. Dengan SONY 7,2 MP yang setia digenggaman. Jepret sana, gaya sini...! Lempar-lemparan bola salju kecil, nendang-nendang gundukan salju di pinggir jalan, dan ogah mengibaskan salju-salju tipis yang menempel di jaket. Saat itu hanya indah saja rasanya!


Tapi sekarang? Rindu setengah mati dengan sinar matahari yang hangatnya sampai ke kulit. Tak terukur dalamnya keinginan untuk bisa berkeringat (baru sadar kalau selama di Belanda sampai detik ini, keringat tak pernah keluar dari pori-pori), dan berharap selalu cepatlah musim semi datang hingga matahari bisa bersinar lebih dari enam jam. Singkat kata, salju di bulan ke dua membuat kerinduan dan kecintaan pada Indonesia semakin membuncah. Apalagi ketika teman mengirimkan foto liburan bersama keluarganya menyambut tahun baru di Nusa Dua. Oooggghhhhhhhhhhhh...........membunuh!


Seperti pagi ini, ritual wajib begitu kaki menginjak karpet abu-abu di kamar. Beranjak ke jendela, melihat langit. Masih abu-abu! Lihat lagi jalan raya di depan sana, kabut tebal dan jarak pandang terbatas! Beralih ke heater di dekat kaki, kurang dingin dan segera menaikkan suhu menjadi 5! Trus? Ya...apalagi kalau bukan menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan kesal! Masih sama! Ke dapur? Lihat pengukur suhu dan angka -4 seakan tersenyum manis. Dan senyum si angka -4 akan semakin melebar begitu mata ini beralih ke hamparan salju di atap Aldi Supermarket! Ketebalannya belum berkurang!

Ya sudahlah....! Nikmati saja...!

(Nijmegen, Willemsweg, Tuesday, January 5, 2010 at 4:04pm...sambil sesekali memandang salju di luar jendela)

Comments

Popular posts from this blog

Sampai Jumpa, Angga

Sabtu pagi, 24 Mei 2020, pukul 07.22 ia masih melakukan panggilan video ke ponselku, namun tak terangkat. Kami bertemu dalam panggilan video selanjutnya melalui ponsel ibuku sekitar pukul 09.00 di rumah Jatra, rumah yang melengkapi puzzle masa kecilnya, rumah tempat ia pulang tiga tahun lalu. Ada yang berbeda pada wajahnya di lebaran pertama itu. Lebih tirus dan pasi. Kulihat kilauan buliran keringat di keningnya. Rambutnya basah. Jelas ia sedang tidak begitu sehat. Pun begitu, setiap kata, senyum, dan deraian tawanya tetap menyegarkan. Kami saling memohon maaf. Ia berbicara sambil merangkul maminya.  "Uni, maafkan Angga lahir batin ya, Ni. Insyaallah kita nanti ketemu di Jambi,"ucapnya sembari melambaikan tangan gempalnya.  "Iya. Uni tunggu, ya." "Insyaallah, Ni,"pungkasnya sebelum ia menepi dan membiarkan maminya berbicara. Sapa, maaf, dan tawa mengalir ke satu-persatu pasukan Pakis 74.  "Uni, bisakan kami nginap di ru...

Senin, 13 Juni 2016; 22.14 WIB

Alhamdulillah sudah ditamatkannya Iqra 1 semalam di bilangan usianya yg baru 4 tahun 3 bulan 11 hari.  Sudah dengan lancar dibacanya seluruh deretan huruf Hijaiyah dengan susunan runut, acak, maupun dr belakang. Bukan hal yg istimewa utk Musa sang Qori dari Bangka Belitung mungkin, tetapi ini menjadi berkah luar biasa untuk kami. Semoga Allah selalu memudahkanmu untuk menyerap ilmu-ilmu Islam berdasarkan Quran dan teladan Rasulullah ya, Nak. Semoga ilmu-ilmu itu nanti senantiasa menjadi suluh yg menerangi setiap langkahmu dlm menjalani kehidupan ke depan dengan atau tanpa ayah bunda. Semoga juga ilmu itu tak hanya menjadikanmu kaya sendiri, tetapi membuat orang-orang disekelilingmu pun merasakan manfaatnya karena ilmu yg bermanfaat itu adalah ilmu yg bisa diberikan dan bermanfaat bagi orang lain di luar dirimu. Allah Maha Mendengar. Dengan doa dan pinta Bunda, Allah pasti akan mengabulkannya. Amin. 😍

Stimulasi dan Nutrisi Penting untuk Bayi

KEBUTUHAN stimulasi atau upaya merangsang anak untuk memperkenalkan suatu pengetahuan ataupun keterampilan baru ternyata sangat penting dalam peningkatan kecerdasan anak. Stimulasi pada anak dapat dimulai sejak calon bayi berwujud janin, sebab janin bukan merupakan makhluk yang pasif. Di dalam kandungan, janin sudah dapat bernapas, menendang, menggeliat, bergerak, menelan, mengisap jempol, dan lainnya. Sedangkan stimulasi utama diberikan khusus untuk anak usia 0 – 7 tahun. Di dalam perkembangan seorang anak, stimulasi merupakan suatu kebutuhan dasar. Stimulasi dapat berperan untuk peningkatan fungsi sensorik (dengar, raba, lihat rasa, cium), motorik (gerak kasar, halus), emosi-sosial, bicara, kognitif, mandiri, dan kreativitas (moral, kepemimpinan). Selain itu, stimulasi juga dapat merangsang sel otak (sinaps). Demikian terungkap dalam diskusi dan workshop bertema “Enfa A+ Smart System: Perpaduan Stimulasi dan Nutrisi Menuju Kecerdasan Optimal”, di Jakarta, pekan lalu. Diskusi ini meng...