Skip to main content

The 1st Day of Holiday

Hari pertama resmi dimulainya libur kuliah menyambut Natal dan Tahun Baru 2010. But still..dont know where to go and what to do to kill it. Still...no plan and no idea. Sementara, sahabat-sahabat di Groningen dengan sukses melenggang meninggalkan basecamp mereka di Winschoterdiep, bertolak ke Dusseldorf, Spanyol, dan Maroko. Andai saja ada CC, ceritanya pasti beda. Karena bisa bergabung dengan mereka. Nasib!:(

Lalu apa yg akan dilakukan? Untuk menghabiskan dua minggu ini? Ngerjain paper Crosslinguistic Influence in Second Language Acquisition? Paling tidak introductionnya dulu lah? Blueeehhh....garing kali! Atau Universal Grammar barangkali? Pilah-pilih unsur linguistik dari bahasa apa yang akan dianalisis? Sama aja blueehhh-nya! Atau nonton film gratis seperti yg biasa dilakukan tiap malam minggu di www.watch-movies-online.tv? Seperti yang saat ini sedang dilakukan Ana, sahabat tercinta dikamar sebelah? Bosan! Sangat! (Padahal semalam dengan badan yang rada meriang, sudah tercatat lebih dari lima belas judul film yg masuk dalam must-watch movies, berawal dari The Painted Veil dan berujung pada Burning in the Wind). Kok bukan Avatar? Gambarnya belum tajam, kawan!

So??? No Idea! Yang pasti, tak ingin menghabiskan 2 minggu ini hanya dengan bolak-balik keluar dan masuk kamar bercat putih ini. Pun, diluar sana, di jalan persis di depan kamar, yng biasanya riuh dengan lalu lalang kendaraan dan celoteh Belanda asli, kini sepi seperti kota tak berpenguni.

(Crosspost from http://serenadeofmylife.blogspot.com/, Saturday, December 19, 2009)

Comments

Popular posts from this blog

Senin, 13 Juni 2016; 22.14 WIB

Alhamdulillah sudah ditamatkannya Iqra 1 semalam di bilangan usianya yg baru 4 tahun 3 bulan 11 hari.  Sudah dengan lancar dibacanya seluruh deretan huruf Hijaiyah dengan susunan runut, acak, maupun dr belakang. Bukan hal yg istimewa utk Musa sang Qori dari Bangka Belitung mungkin, tetapi ini menjadi berkah luar biasa untuk kami. Semoga Allah selalu memudahkanmu untuk menyerap ilmu-ilmu Islam berdasarkan Quran dan teladan Rasulullah ya, Nak. Semoga ilmu-ilmu itu nanti senantiasa menjadi suluh yg menerangi setiap langkahmu dlm menjalani kehidupan ke depan dengan atau tanpa ayah bunda. Semoga juga ilmu itu tak hanya menjadikanmu kaya sendiri, tetapi membuat orang-orang disekelilingmu pun merasakan manfaatnya karena ilmu yg bermanfaat itu adalah ilmu yg bisa diberikan dan bermanfaat bagi orang lain di luar dirimu. Allah Maha Mendengar. Dengan doa dan pinta Bunda, Allah pasti akan mengabulkannya. Amin. 😍

Sampai Jumpa, Angga

Sabtu pagi, 24 Mei 2020, pukul 07.22 ia masih melakukan panggilan video ke ponselku, namun tak terangkat. Kami bertemu dalam panggilan video selanjutnya melalui ponsel ibuku sekitar pukul 09.00 di rumah Jatra, rumah yang melengkapi puzzle masa kecilnya, rumah tempat ia pulang tiga tahun lalu. Ada yang berbeda pada wajahnya di lebaran pertama itu. Lebih tirus dan pasi. Kulihat kilauan buliran keringat di keningnya. Rambutnya basah. Jelas ia sedang tidak begitu sehat. Pun begitu, setiap kata, senyum, dan deraian tawanya tetap menyegarkan. Kami saling memohon maaf. Ia berbicara sambil merangkul maminya.  "Uni, maafkan Angga lahir batin ya, Ni. Insyaallah kita nanti ketemu di Jambi,"ucapnya sembari melambaikan tangan gempalnya.  "Iya. Uni tunggu, ya." "Insyaallah, Ni,"pungkasnya sebelum ia menepi dan membiarkan maminya berbicara. Sapa, maaf, dan tawa mengalir ke satu-persatu pasukan Pakis 74.  "Uni, bisakan kami nginap di ru...

Tentang Ibu (1)

Ada yang berubah dari Ibu.  Perubahan yang membahagiakan. Kerinduannya yang terobati pada tanah suci, Kabah, dan makam Rasulullah telah membuat Ibu kembali seperti tahun-tahun sebelum 2016.  Ibu kembali sehat. Lahir dan batin. Setelah hampir tiga minggu Ibu bersama kami, baru malam lusa kemarin saya lama bercengkerama di kamar beliau. Izzati belum mengantuk.  Jadi sengaja saya membawa cucu bungsunya itu bermain-main di tempat tidur beliau.  Sambil bermain dengan Izzati, saya bertanya tentang banyak hal mengenai kepergiannya ke tanah suci di awal 2017 kemarin. Ibu begitu bersemangat menceritakan pengalamannya.  Posisinya yang semula duduk, berganti menjadi berdiri.  Tangannya bergerak lincah memperjelas berbagai kegiatan yang dilakukannya di sana. Matanya berbinar-binar. Air mukanya berseri-seri. Tak terbayangkan skala kebahagiaan yang melingkupi hatinya ketika menjejaki Baitullah. Ibu kami memang sudah lama sekali ingin ke Kabah. Semasa almarhum Bapak...