Skip to main content

Posts

Kicau Hamzah

Jika dipanggil. "Hamzah...."  "Apa, Bunda?" Nawarin Susu. "Hamzah mau susu?" "Ndak.  Nenen enak aja." Sudah belum? "Hamzah sudah makan?" "Dah." "Pake apa?" "Ayam" Sarapan apa? "Hamzah mau sarapan apa?" "Bubun ayam" Gatal "Bunda..." "Apa, Nak?" "Gaut!" "Apanya?" "Pantat hamjah" "Kenapa pantat Hamzah?" "Gatan!" Waktunya Tidur "Hamzah, bobok yuk.  Sudah malam" "Ndak ah!" "Lho? Nenen enak?" "Ndak! Main aja" "Oke.  Panda sini....nenen enak sama Bunda" "Pandaaaa....jangan.  Itu punya Hamjah....Pandaaaa....jangannnn....." Abis mandi. "Ayo...pake pampersnya dulu Hamzah..." "aaaaa...bundaaa" "Eee...pake dulu pampersnya, nanti pipis." "Ndak mau..." Ketika Bunda meraih minyak telon "...

Lelaki Penjual Balon Warna-Warni

Adzan ashar, kami berhenti pada sebuah mesjid. Sambil menunggu suami selesai sholat, saya buat canda dan tawa bersama Hamzah. Seorang penjual balon mendekati, saya pikir lelaki itu hanya berniat menggoda Hamzah dengan lusinan balon warna-warni aneka rupa, lalu ketika satu balon saya beli, ketika selembar uang kertas diterimanya dari tangan kecil Hamzah, saya masih berpikir setelah itu lelaki penjual balon tersebut akan beranjak pergi menjauh, meninggalkan area mesjid. Masuk keluar gang, mencari anak-anak kecil lain, mengumpan mereka dengan balon-balon segala warna. Pikiran saya salah. Balon-balon itu ditambatkannya pada besi jendela mesjid, berikut tas kain biru tua kecilnya yang usang.  Berwudhu, bergegas menyambung shaf, mengikuti rakaat yang tersisa.

UAS

Si sulung saya sedang berkutat dengan UAS (Ujian Akhir Semester)-nya mulai hari ini hingga Jum'at nanti.  Lega karena jadwalnya tidak 'kejam'.  Mata pelajaran yang membutuhkan review dengan bab banyak disandingkan dengan mata pelajaran yang ringan.  Thanks to the teachers.   Semangat, Nak! Bunda bantu do'a.  Kita sama-sama usaha. (*Ya Rabb, mudahkan anak hamba mengerjakan ujiannya. Amin)

Cerita Perempuan: Foto-Foto di Le Bistro

Ia datang, seperti biasa, dengan ketegasan yang kemayu.  Berjalan mendekat diiringi alunan lawas Brassens.  Blazer jingga gelap, pasmina wol kasmir, bucket bag, dan sepatu mid heel berwarna beige.  Senyumnya seperti aroma parfum mahal perancis yang dipajang di pertokoan lux Champs de Élysées , membuat seluruh kepala di Le Bistro ini menoleh untuk menghirup wanginya.  Sebuah pelukan dan ciuman di pipi kanan kiri, seperti biasa juga, menjadi awal makan malam kami yang panjang. "Nih....baca!"sebuah tulisan dalam tanda petik pada sebuah kertas memo merah jambu diangsurkannya ke depanku. Jika cinta bisa membuat seorang perempuan setia pada satu lelaki,  kenapa cinta tidak bisa membuat lelaki bertahan pada satu perempuan? "Wanita muda, cantik, sholehah.  Kamu bisa lihat aura wajahnya, pakaiannya, dan senyumnya."kali ini sebuah foto ukuran kartu pos dengan efek sephia maju mendekati gelas air mineralku. Wanita cantik bermata sipit. "Ibu dari dua p...

Cerita Perempuan: Rendezvous Flamboyan

Sore kesekian.  Pada suatu pancaroba menjelang musim basah.  Ketika nafasnya beraroma bunga flamboyan.  "Mas Ardika akan segera menjadi seorang ahli geotermal.  Kami akan menghadiri wisudanya dua bulan lagi.  Anakku itu gagah sekarang." suaranya tenang.  Tangannya konstan bergerak membersihkan guguran bunga-bunga yang basah. "Titip salam untuk Om Dimas katanya.  Wajahmu abadi di kepalanya, Mas." senyumnya mengembang.  Ada kelumitan masa lalu yang bergerak lambat dimainkan waktu di depan matanya.   Kenangan yang jauh berjarak darinya sekarang, tetapi begitu dinikmatinya, walaupun dulu hampir tidak ada satu pun orang-orang yang mengerti dengan apa yang mereka jalani, rasai, dan nikmati.  Hanya mereka berdua yang mengerti bingkai bernama apa yang akan mereka pasangkan pada kisah yang mereka jalani saat itu. "Mas Arya telah menetap.  Tidak lagi wara-wiri seperti dulu. Kami bahagia."entah apa  kumpulan bunga flamboyan p...

Efek Meluk Hamzah

Memeluk hamzah ketika tidur itu sesuatu sekali. Aroma minyak telon dan bedak bayinya itu lho...menimbulkan efek menenangkan dan membahagiakan yang tiada bandingnya. Pengen meluk lagi..lagi..dan lagi...

Komandan Koboi

Di Mata Najwa malam ini ada Ko Ahok, Pakde Mahfud, dan Paklek Dahlan Iskan. Para komandan koboi yang menurut saya sangat pantas dicalonkan (catat:dicalonkan!) untuk maju tahun depan. Mereka tidak pengeluh dan perasa,  sepertinya mereka akan seperti bung karno yang selalu membesarkan hati rakyatnya, dan yang paling penting banyak hal telah membuktikan  mereka adalah orang-orang apa adanya, jujur, dan amanah. Jujur dan amanah, dua karakter yang langka ada pada orang-orang yang dicoblos ribuan rakyat di dua periode pemilu terakhir.  Lalu, diantara tiga komandan koboi yang sedang tayang ini, siapa yg akan saya jagokan? Hehe...! Bingung! Masih tahun depan kan? Which means I still have time to think and choose the best cowboy for leading this country. Yang paling penting juga berdoa semoga betulan di antara tiga komandan koboi yang sedang dipajang di depan ratusan mahasiswa di Universitas Negeri Malang ini yang maju untuk dipilih tahun depan agar adalah perubahan yang pos...